Sejak Jadi Ibu
Sebuah catatan singkat, seseorang yang baru menetas menjadi Ibu..
Sejak jadi ibu aku jadi banyak khawatirnya, sampai sampai diriku sendiri jadi mengkhawatirkan. Rambut berantakan, mata panda, kulit kusam, bibir kering jadi penampilanku yang paling tersering.
Dua tahun pertama adalah perjalanan adaptasi luar biasa bagiku. Aku yang semula bekerja kemudian resign dan memilih pergi meninggalkan karir menjadi seorang Ibu Rumah Tangga. Aku yang dulu punya mimpi setinggi langit lalu memutuskan meninggalkan banyak mimpi dan relasi sosialku. Ya, sebuah perjalananku untuk belajar mengiklaskan segala yang sudah aku bangun.
Ketika bayi itu menangis dipelukanku, semua egoku sirna sudah. Ada manusia kecil yang jadikan aku dunianya. Aku kehilangan duniaku tapi aku jadi dunia untuk anakku. Itu yang membuatku kuat sampai saat ini.
Kadang menangis tanpa alasan, kadang tertawa dan tersenyum datang sendiri. Kadang diam melamun kadang lupa diri sendiri. Namun sekarang aku menyadari fase ini tidaklah lama. Pria mungilku sekarang bisa berjalan, bisa diajak ngobrol, bisa diajak nongkrong, ya aku punya teman baru.
Aku mulai iklas dengan yang kujalani, menikmati semua momen bersama pria mungilku yang mungkin akan cepat besarnya. Kali ini air mataku tidaklah penting lagi, aku mulai mensyukuri pilihan ini. Berdamai dengan diriku, melepas semua jubah dan mahkotaku, kini aku punya peran baru.
Aku seorang Ibu, aku punya mimpi baru yang jauh lebih mulai. Bukan hanya untuk diriku, tapi untuk seseorang yang menjadikanku dunianya. Pria mungilku, kupanggil dia orang nomor 1 -#Aldevaro

Comments
Post a Comment